Yazid bin muawiyah
yazid dilahirkan dari isteri muawiyah yang bernama maimun binti bahdal Al kabiah, seorang wanita kampung yang dinikahi muawiyah sebelum ia menjadi khalifah. hanya saja ia tidak tahan hidup di kota Damaskus, sehingga dikembalikan kepada keluarganya. dengan demikian, yazid tumbuh dan besar di kampung dengan pola kehidupan kampung seperti yang biasanya dijalani oleh ibunya. ia pasih dalam berkata, dermawan dan sangat pandai bersyair sehingga oang-orang mengatakan syair diawali oleh seorang raja dan diakhiri juga oleh seorang raja yakni diawali oleh Umru-ul Qais dan diakhiri oleh yazid.
ketika Muawiyah meninggal dunia, masyarakat luas memba'at Yazid sebagai khalifah, kecuali Al-Husain bin Ali, Abdullah kemudian bin Az Zubair, Abdullah bin Al Abbas, dan Abdullah bin Umar kemudian Yazid menyuruh Al Walid bin 'Utbah, gubernurnya atas madinah, untuk meminta agar mereka membai'atnya. tercatat, bahwa Abdullah bin Al Abbas dan Abdullah bin Umar membai'atnya. sedamgkan Abdullah bin Az Zubair menolak, lalu melarikan diri kemekkah dan mejadikan Baitullah sebagai perisaiserta berkampanye agar dirinya diakui sebagai Khalifah tetapi seruannya ini mendapat saingan kuat dari Al Huzain bin Ali sehingga iya tersisihkan.
pada waktu gubernur madinah meminta agar Al Huzain bin Ali membai'at Yasin sebagai Khalifah, berkatalah ia kepadanya: adapun tentang bai'at seperti yang engkau minta sesungguhnya orang seperti aku tidak akan memberikannya secara sembunyi-sembunyi dan aku juga tidak melihat engkau memilah-milah bai'at tersebut dari pada ku secara sembunyi-sembunyi tampa menambahkan dihadapan para pemimpin masyarakat secara terang-terangan. bila mana engkau keluar menuju orang banyak untuk menyeru mereka agar melakukan bai'at tersebut, maka engkau menyeru kami bersama orang banyak pula sehingga masalahnya sama. kemudia Al Walid yang terkenal sebagai orang yang suka memberi maaf berkata padanya : kalau begitu, silakan engkau peri dari sini dengan nama Allah . sesudah pertemuan ini, lalu Al Husain berangkat meninggalkan madinah menuju ke mekkah dan berkirim surat kpada masyarakat Syi'ah (pendukungnya) di Kaoufah.
Komentar
Posting Komentar